Hormatilah Orang yang Tidak Berpuasa

Saya heran, kenapa sih setiap tahun selalu saja ribut rumah makan yang buka di saat siang hari bulan Ramadhan. dengan dalih Hormatilah Orang yang Berpuasa.

Agama, dan juga etika pergaulan, mengajarkan kita untuk saling menghormati, bukan pemaksaan sepihak, menyuruh orang menghormati tapi kita tidak memberikan penghormatan. Bahkan dikatakan, hormatilah orang lain, maka orang-orang juga akan menghormatimu. Jadi kita yang wajib memberikan penghormatan terlebih dahulu, sebelum menerimanya dari orang lain.

Nah dalam konteks berpuasa dan hormat-menghormati dalam bulan Ramadhan, ini yang sering diabaikan. Logikanya, kalau kita sebagai orang yang berpuasa minta dihormati, di lain pihak kita juga harus menghormati orang yang tidak berpuasa.

Tapi adakah diantara mereka, atau kita sadar, bahwa dengan melakukan penutupan paksa rumah makan itu kita sudah mendzalimi hak-hak orang lain. Hak pemilik rumah makan, itu sudah jelas, kita menutup paksa mata pencarian mereka. tapi yang lebih jauh lagi, ada hak-hak orang yang juga, sebutlah pada hari itu, kebetulan sedang tidak berpuasa…

kita punya hak untuk berpuasa, atau OK-lah, kewajiban. tapi orang yang ga puasa juga punya hak untuk makan dan memenuhi kebutuhan mereka. Dan lagi ingat, orang ga puasa bukan cuma karena dia ga ikut perintah Tuhan dll, tapi bisa karena mereka sakit, sedang dalam perjalanan atau yang paling gampang, wanita muslimah yang sedang berhalangan untuk puasa. Bahkan untuk yang non-muslim sekalipun, Rasulullah saya rasa tidak pernah mengajarkan untuk mencabut hak-hak mereka untuk makan hanya karena kaum muslimin sedang berpuasa.

lalu apa masalahnya. Takut ga kuat godaan..??

kalau memang itu yang jadi masalah, mending ga usah puasa sekalian, menurut saya lho..
Esensi puasa itu adalah menahan diri dari godaan, bukan meniadakan godaan, apalagi menyuruh orang pergi membawa godaan itu menjauh.  Kita disuruh berpuasa untuk belajar mengendalikan hawa nafsu,  salah satunya makan dan minum. bayangkan kalau misalnya kita melarang orang makan, atau menutup paksa warung makan. Wajarlah semua orang, atau kita berpuasa (baca: ga makan), lha warung makannya pada tutup semua. Esensi puasanya jadi ga dapet lagi..

Kita disuruh untuk belajar mengendalikan hawa nafsu. Bagaimana kita bisa menahan rasa lapar kita saat melihat makanan, saat disekitar kita banyak makanan. Sekali lagi, kita yang mengendalikan rasa lapar dan ingin makan kita, dan bukan menyuruh orang pergi membawa makanan itu menjauh.

Kadang kita terjebak di permasalahan yang tidak penting, hanya karena kita adalah kaum mayoritas di negeri ini. Tapi mayoritas bukan berarti memaksakan semua golongan harus mengikuti golongan kita. seperti tadi saya katakan, saya belum pernah mendengar Rasulullah melarang orang Yahudi atau Nasrani makan saat bulan Ramadhan, hanya karena kaum muslimin sedang berpuasa. Tapi entah kalau saya yang tidak mengetahuinya, mohon diingatkan kalau saya memang salah

2 comments

    • alfathirahmat

      terima kasih Mochammad,
      iya, ternyata memang mirip, we have the same idea…
      :p

      tetap pantau blog saya ya, saya masih belajar nih…
      :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: