Bye 2011 Welcome 2012

Ada banyak cara yang dipilih orang untuk menyambut tahun baru. Mulai dari yang paling umum seperti ikutan konvoi bareng, atau melepas kembang api tepat di pergantian tahun. Ada juga yang melakukan renungan, atau muhasabah. Mengingat apa-apa yang sudah dilakukan di tahun yang akan berlalu, dan bersiap dengan rencana untuk tahun depan. Atau mungkin juga yang justru menyambut tahun baru dengan ritual mistis. Ada banyak cara yang dipilih masing-masing orang. Sadar atau tidak,semua pasti punya pilihan sendiri. Begitu juga saya.

Awalnya seperti yang lain juga, dan seperti juga tahun-tahun sebelumnya, saya juga berniat menyambut pergantian tahun dengan dengan kembang api, beramai-ramai tentu saja. Empat kali sudah saya merayakan tahun baru sejak pindah ke Yogyakarta ini, setiap tahun selalu menyambutnya di tempat-tempat berbeda. Tapi kegiatannya hampir selalu sama.

Pergantian tahun dari 2007 ke 2008 adalah moment pertama saya di Jogja. Saat itu saya bersama beberapa orang teman menyambut tahun baru di Pantai Parangtritis. Kami memilih Parangtritis karena kabarnya di sana lah pusat perayaan pergantian tahun saat itu. Berangkat pukul 6 sore, kami membutuhkan waktu empat kali waktu normal untuk mencapainya, saking macetnya, saking padatnya jalanan.

Setahun setelahnya, saya memilih Alun-alun Utara Jogja, selain lebih dekat, saat itu di alun-alun ada pentas musik yang bintang tamunya grup musik Koil. Meskipun bukan jenis musik yang biasa didengar, tapi lumayanlah. Tapi ya itu, alasan utamanya adalah karena lebih dekat aja. Apalagi saat itu juga mepet sama ujian akhir semester.

2010 saya makin naik. Setelah pantai dan kota/dataran rendah, tahun itu saya memilih gunung. Kaliurang yang juga salah satu pusat perayaan tahun baru menjadi pilihan. Jalannya lebih macet dari pada saat ke Parangtritis atau Malioboro sebelumnya. Dan yang macet bukan cuma satu jalur, tapi dua-duanya. Karena ada yang memilih ke atas, dan sebagian penduduk atas malah memilih turun.

2011 saya terpaksa tahun baru di kost. Pasalnya saya ga bias bangun sejak pagi tanggal 31 Desember 2010 karena sakit. Dan saya harus berpuas diri dengan mendengar suara petasan dan kembang api dari kejauhan, sambil menikmati liputan tahun baru di televisi. Sedih juga, buka karena ga bisa tahun baruan, tapi lebih karena merasa kesepian, ditinggal teman-teman. Baik itu teman kost ataupun teman di luaran.

Tahun ini pun, seperti tadi saya bilang di awal, saya berniat menebus kegagalan saya bertahun baru tahun kemarin. Beberapa tempat sudah jadi perhatian saya. Juga sudah menghubungi teman-teman untuk mengajak barengan.

Namun cuaca yang tidak bersahabat belakangan ini membuat saya berpikir ulang. Apalagi mendung yang menggantung sejak siang juga menambah besarnya porsi keraguan. Tetapi saya tetap bersiap-siap untuk berangkat, mandi dan bersih-bersih diri.

Tapi tampaknya cuaca (dan Tuhan tentunya) memang tidak mengizinkan. Tepat saat selesai mandi, hujan turun. Meski ga lebat dan hanya sebentar, tapi semangat saya lansung luntur melihatnya. Batal mengenakan pakaian untuk keluar rumah dan menggantinya dengan pakaian rumahan.

Sambil duduk-duduk di depan TV dan berpikir tentang acara malamnya, saya memandang ke sekitar kamar yang kebetulan dalam keadaan sangat berantakan. Maklum saja, beberapa hari sebelumnya saya habis bongkar lemari mencari barang yang ga ketemu-ketemu, dan sampai saat itu masih belum dibereskan lagi.

Saat itulah muncul pemikiran dalam benak saya, kenapa ga menyambut tahun baru dengan berbenah kamar aja. Selain bermanfaat, saya tidak akan membuang waktu dan uang dengan pergi keluar. Ingatan umur dan lansung merasa sudah ga sepantasnya untuk terus bersenang-senang lagi.

Dan itulah yang saya lakukan semalaman itu. Ga hanya sebatas membersihkan dan berebres kamar, saya juga melakukan persiapan segala kebutuhan untuk di tahun depan. Membersihkan kamar, mengecek persediaan makanan dan barang kebutuhan. Dan tak lupa membereskan file-file yang sekiranya dibutuhkan di tahun depan.

Dan yang tak kalah pentingnya, memeriksa catatan keuangan selama setahun 2011 dan merapikannya. Sekedar diketahui, saya selalu mencatat pengeluaran dan pemasukan sekecil apapun. Kebiasaan dari kecil mungkin. Dan semalaman saya merekapnya, dan juga mempersiapkan catatn baru untuk digunakan tahun depan.

Pukul 23.55 saya berhenti sejenak dan pindah duduk ke dekat jendela. Kebetulan jendela kamar kost saya mengarah tepat ke lapangan Monumen Jogja Kembali, sehingga berharap bisa melihat kembang api yang dilepaskan disana. Karena setahu saya, setiap tahun ada juga yang merayakan pergantian tahun di sana, meski ga semeriah di tempat-tempat yang jadi pusat perayannya.

Dan tepat pukul 00.00 melesetlah kembang-kembang api berbagai warna ke udara. Senyum terkembang di bibir, dan spontan saja terucap syukur kepada Allah, yang masih memberikan saya umur untuk menyaksikan datangnya tahun 2012 ini. Semoga Dia juga memberikan saya kesempatan untuk melakukan yang terbaik di tahun ini, dan meridhoi setiap yang saya lakukan, serta mengabulkan keinginan-keinginan saya di tahun ini. Amiiin.

HAPPY NEW YEAR 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: