Good Corporate Governance

Laba dan keuntungan merupakan tujuan pendirian suatu perusahaan. Tanpa motif mencari laba, jangankan untuk tumbuh dan berkembang, untuk sekadar bertahan pun sulit bagi perusahaan. Bersumber dari laba yang didapat. Perusahaan bisa melakukan banyak hal penting, menggaji karyawan, membayar pajak, meningkatkan kualitas produk dan layanan, bahkan untuk melakukan membiayai kegiatan social corporate perusahaan tersebut. Dari laba pula perusahaan bisa melakukan ekspansi perusahaan sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan yang lebih besar dan menyetorkan pajak yang lebih besar ke kas negara. Perusahaan berbeda dengan organisasi nirlaba (non-profit organization) yang jelas-jelas dari awal memproklamirkan diri bukan mengejar keuntungan. Meskipun dalam praktiknya seringkali dipakai sejumlah oknum untuk menumpuk kekayaan demi keuntungan pribadi.

Karena sifatnya yang demikian itu, perusahaan sering disebut sebagai budak ekonomi. Namun tak dapat dipungkiri, kemajuan suatu negara sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan dan kehebatan dari perusahaan kebanggaan negara tersebut.  Bahkan dewasa ini, maju tidaknya suatu negara ditentukan oleh ada tidaknya perusahaan mereka yang mampu berbicara di tingkat international. Tidak usah sampai membandingkan dengan Unilever (Belanda), Mercedes (Jerman) atau Citybank (USA), di Asia Tengggara saja contohnya dapat kita lihat lansung. Bagaimana Malaysia sangat bangga dengan Petronas, atau Singapore Airlines yang menopang perekonomian Singapura. Ada juga Thailand yang  memiliki Charoen Pokphand. Sayangnya sampai saat ini Indonesia belum mempunyai perusahaan yang bisa di branding seperti contoh-contoh di atas, meskipun Indonesia lah yang menggagas berdirinya ASEAN.

Namun, walaupun awalnya hanya sekadar mecari laba, banyak perusahaan yang terbukti justru berperan besar mendinamisasi kehidupan social masyarakat. Di Hirohima, Jepang, misalnya, peran Mazda sangat besar dalam pemulihan sosial, ekonomi dan pembangunan kota itu dari kehancuran pasca serangan bom atom di Perang Dunia II. Di Korea Selatan, selain Hyundai, Samsung dan raksasa sekelasnya yang memang sangat nyata sumbangsihnya bagi bagsa Korea, bangkitnya industri kreatif juga sangat besar peranannya dalam mengalirkan wisatawan asing ke negara tersebut, sekedar untuk berziarah ke tempat syuting drama-drama terkenal seperti Winter Sonata, Full House dan lain lain.

Yang harus dicermati, bagaimana atau dengan cara seperti apa perusahaan tersebut beroperasi untuk meraih laba. Belajar dari perusahaan yang mampu bertahan hingga ratusan tahun, rumusnya sederhana saja, selain disiplin dalam aspek finanisal, mereka selalu menjadi warga yang baik di tengah-tengah masyarakat tempat mereka beroperasi. Dalam bahasa Tatakelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG), kehadiran suatu perusahaan mestinya mampu memberikan maslahan maksimal dan berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingannya.

Sebaliknya, banyak perusahaan yang buruk atau bahkan gagal dalam penerapan GCG, dan mereka terbukti berakhir dengan bencana. Krisis finansial yang melanda perekonomian USA dan Uni Eropa juga berasal dari perilaku perusahaan raksasanya yang melanggar prinsip GCG. Para ahli dan praktisi bisnis berpendapat, bahwa sudah saatnya para pemangku kebijakan  USA dan UE untuk mawas diri, utamanya dalam pengelolaan utang dan fiskal yang selama ini memang kurang hati-hati. Terkait krisis finansial di kawasan Eropa saat ini, kondisi dan kinerja keuangan institusi keuangan di sana memang terus merosot kulaitasnya yang berbuntut krisis kepercayaan dan diikuti dengan krisis likuiditas yang parah. Sangat krusial peran para pemangku kepentingan untuk terus menyorot, mencermati sekaligus mengkritisi sepak terjang setiap perusahaan. Begitu pula dengan para regulator dan investor. Hanya dengan cara itu, etika bisnis, Good Corporate Governance bisa ditegakkan. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: