Diet Bawah Sadar

Melanjutkan postingan sebelumnya, masih tentang diet sih…

Siapapun pasti ingin punya tubuh ideal, ga cowo ga cewe. Melatih tubuh dan mengatur pola makan yang benar sudah merupakan langkah tepat untuk mendapatkannya. Namun akan lebih efektif bila menambahkan unsur psikologis dalam usaha tersebut.

Melanie Greenberg, Ph.D dalam Psychology Today mengatakan, “Program penurunan berat badan yang paling efektif adalah program yang mengombinasikan diet, latihan, dan intervensi psikologis.” Semakin  panjang atau semakin meningkatnya intensitas komponen psikologis dalam usaha penurunan berat badan, semakin besar juga manfaat yang akan dihasilkan.

Ada beberapa metode yang mungkin bisa dicoba, hasil penelusuran saya dari beberapa sumber. Sebagian mungkin sulit diterapkan tapi saya coba pilah yang kira-kira bisa dipake.

Asah Ingatan

Kadang kita merasa perlu mengunyah sesuatu di saat-saat tanggung seperti pada pukul 15.00. sebenarnya tidak masalah asalkan snacknya kita pilih yang sehat juga. Tapi bila merasakan makan/ngemil di jam itu merupakan suatu kesalahan maka cobalah mengingat lagi apa yang sebelumnya sudah kita makan. Menurut psikolog dari University of Birmingham, memikirkan apa yang dimakan sebelumnya bisa menekan keinginan untuk mengemil pada sore harinya, dan tentunya bisa memotong asupan kalori ke dalam tubuh. Tapi yah, sepertinya agak sulit ya?

Mandi Cahaya

Ternyata cahaya matahari tidak hanya bagus untuk kesehatan tulang dan mood, tapi juga untuk perut. Menurut Bridget O’Connell, kepala informasi sebuah kesehatan mental di Inggris, cahaya bisa membantu kita melawan hasrat untuk menyantap karbohidrat, termasuk gula sederhana. “Pergilah ke luar ruangan yang terkena cahaya siang sebanyak mungkin, terutama saat tengah hari atau saat hari cerah,” sarannya. Kulit hitam? Pake sunscreen atau sunblock dong, githu aja pake ditanyain.

 Kombinasi Tepat

Salah satu tantangan terbesar buat kita di Indonesia adalah banyaknya makanan dengan campuran rasa yang beragam. Campuran berbagai rasa bisa meransang hipotalamus untuk memproduksi lebih banyak neuropeptida Y yang merupakan hormone untuk meningkatkan nafsu makan.

Solusinya tentu saja kita harus menemukan kombinasi yang tepat agar nafsu makan tetap ada tapi tidak “menyusahkan” dan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi. Ini memang bukan hal mudah untuk dilakukan, tapi bagi yang mau mencoba, bisa aja kan?

 Ubah Rutinitas

Menjalani kehidupan yang tertata baik tentu saja merupakan kebiasaan yang baik. Tapi tertata baik bukan berarti rutinitas yang kaku dan membosankan. Rutinitas yang sama dan kekakuan bisa membuat seseorang terlihat membosankan dan perut membesar (ga tau hubungannya gimana). Cara baru dalam melakukan berbagai hal dapat memutus mesin kebiasaan yang membuat seseorang cenderung menggemuk. Saran sebenarnya yang saya dapat adalah membaca Koran yang berbeda atau menonton berita pagi di stasiun televise yang berbeda. Namun saya rasa ini agak sulit dilakukan. Menu sarapan yang bervariasi, atau bertemu dengan orang yang berbeda di pagi hari mungkin bisa dicoba. Mengubah kebiasaan ini tentunya juga diharapkan akan bisa mematikan mesin autopilot ketika kita mengunjungi supermarket.

 Program yang Membosankan

Saya ga yakin ini bisa diterapkan, atau kalau diterapkan akan memberikan hasil seperti yang diharapkan. Kita disarankan makan sambil menonton acara televise yang membosankan. Hasil riset sebuah lembaga penelitian di US mengungkapkan menonton acara televise yang membosankan bisa menekan nafsu makan, dan orang-orang akan makan sampai 44% lebih banyak saat menonton acara televise yang menarik. Tapi saya sendiri sepertinya akan lebih memperhatikan makanan kalau acara televisinya ga menarik.

 Meja Makan Formal

Kalau ini saya akui akan sangat efektif. Apalagi bila dikombinasikan dengan saran berikutnya, yaitu makan bersama orang lain di meja makan yang formal. Tapi ini tentunya agak menyulitkan bagi teman-teman yang merupakan anak kost, yang di kamarnya jelas-jelas tidak memiliki meja makan.

Jadilah Kritikus Makanan Sendiri

Pernah lihat kritikus atau pemerhati makanan di televise? Mereka mencicipi makanan lalu mengomentari rasa, mengira-ngira kandungan bumbunya dan lain-lain. Meniru trik mereka ini katanya bisa meningkatkan perasaan kenyang dan mengembangkan perasaan puas. Rasakan sepenuhnya tiga, lima atau tujuh suapan/gigitan pertama dan makanlah secara perlahan. Secara terpisah, peneliti dari University of Rhode Island menemukan bahwa makan secara perlahan-lahan akan mengurangi asupan kalori sampai 10%.

Jangan Makan Sendiri

Makan bersama orang lain, terlebih lagi orang yang disegani akan sangat membantu. Secara tidak sadar seseorang akan menyesuaikan besar asupan makanannya dengan orang yang menjadi teman makannya. Makan sendiri biasanya juga membuat setiap orang akan berusaha menyelesaikan makannya dengan cepat yang bisa berakibat buruk bagi pencernaannya. Makan dengan orang lain, terlebih yang disegani, dikagumi atau disukai akan membuat orang otomatis makan lebih pelan dan mungkin juga lebih sedikit.

 Catatan Harian (?)

Cobalah merencanakan apa yang akan kita makan dan apa yang akan kita beli. Dan mungkin juga menyisipkan tulisan-tulisan berupa sugesti buat diri sendiri tentang apa yang boleh dan tidak boleh dimakan. Tapi yang paling menentukan tentu saja seberapa besar kita bisa mematuhi apa yang sudah kita rencanakan itu.

 Kekuatan Biru

Warna ternyata juga bisa mempengaruhi nafsu makan. Salah satunya adalah warna biru. Sebuah penelitian di New York mengungkapkan angka 32% sebagai penurunan jumlah makanan yang diasup dalam sebuah pesta saat makan di dalam ruangan berdekorasi biru. Tentu saja kita tidak perlu mengubah dekorasi kamar atau ruang makan. Tapi menggunakan wadah berwarna siapa tahu bisa membantu.

 Ukuran Itu Penting

Siapa bilang ukuran ga penting? (eh). Akan lebih kecil kecenderungan kita makan berlebih saat menggunakan piring yang lebih kecil. Sugesti memang lebih banyak berperan disini. Piring besar akan membuat jumlah makanan yang kita ambil terlihat sedikit, dan sebaliknya saat menggunakan piring kecil.

Namun hal ini tidak berlaku buat sendok atau garpu. Kalau piring disarankan yang kecil, sendok atau garpu sebaiknya malah yang berukuran besar. Sendok dan garpu yang kecil membuat orang akan merasa hanya makan segitu-segitu­ saja, sehingga terus menambah jumlah asupannya.

 

Tapi di atas semuanya, kesungguhan kita untuk menjalaninya lah yang lebih utama. Sebagaimana diungkapkan di awal, ini hanyalah semacam sugesti bawah sadar. Program utamanya tetap yang paling menentukan. Selamat memulai hidup sehat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: