Diet = makan + olahraga + istirahat

Physically, saya dua tahun lalu dengan saya yang sekarang sangat jauh berbeda. Dua tahun lalu saya sering mengeluh dengan berat dan bobot badan yang ga pernah naik-naik. Body Mass Index (BMI) yang ga pernah bisa menyentuh angka 17 membuat badan saya dikategorikan sebagai underweight. Saya sehat, tapi postur tubuh yang kecil kadang membuat saya ga nyaman juga.

Sekarang yang terjadi malah sebaliknya. Berat badan saya sedikit di atas normal. Meski sebenarnya tidak terlalu berbahaya secara kesehatan, namun keadaan itu membuat perasaan tidak nyaman. 20 tahun hidup sebagai orang kurus dan dalam beberapa bulan lansung bertransformasi. Apalagi pembesaran itu tidak menyeluruh. Hanya beberapa bagian tertentu saja, terutama perut, yang secara ukuran menjadi bertambah.

Membesarnya tubuh saya bukan karena tanpa alasan, dan alasannya bukan karena perubahan pola makan. Sejauh yang saya ingat, pola makan saya ga banyak berubah. Yang berubah adalah, saya jadi kurang gerak seiring berkurangnya kesibukan. Di awal-awal kuliah, kesibukan di kampus dan organisasi sangat menyita keseharian, dan saya kemana-mana lebih sering berjalan kaki. Jadi meskipun tidak olahraga dalam artian menyediakan waktu tertentu untuk olah tubuh, kalori saya terbakar dengan berjalan kaki puluhan menit setiap harinya.

‘Petaka’ itu bermula saat liburan semester enam, mau masuk semester tujuh, Juni-Agustus 2010. Saat itu saya membatalkan rencana KKN karena harus menyelesaikan suatu proyek impian saya. Namun, pada pelaksanaannya, karena ada komponen yang kurang, proyek itu batal dilaksanakan pada periode itu. Dan meskipun saya menjabat Pengurus Harian di satu lembaga, tapi karena libur kegiatan di organisasi juga sangat sedikit. Mau main, teman-teman pada KKN.

Jadilah dua bulan saya hanya makan, duduk, tidur dan kegiatan-kegiatan minim energi semua. Efeknya sangat luar biasa, berat badan saya meningkat 12 kilo dalam dua bulan. Hanya saja, karena sebelumnya saya dikategorikan underweight, kenaikan 12 kilo membuat BMI saya justru berada dalam rentang normal.

Hampir setahun setelahnya, berat badan saya relatif stabil. Sampai KKN akhirnya. KKN kami yang sasarannya lebih ke kegiatan sosial, bukan pembangunan fisik, membuat saya kembali tidak mengeluarkan banyak energy. Dilain pihak, makanan berlimpah di pondokan, tidak ada beban pikiran atau stress membuat berat badan saya sukses naik lagi sekitar tujuh kilo. Saat itu baru mulai panik, karena kenaikan tujuh kilo itu tidak berefek menyeluruh seperti sebelumnya, tapi hanya pada perut, dan hanya di bagian depan. Alias membuncit. Dan BMI saya juga tipis di atas normal.

Awalnya berharap itu hanya efek sesaat. Namun berat badan saya hampir tidak pernah turun signifikan lagi meskipun sebelumnya naiknya cukup tinggi. Dan keadaan ini berlansung beberapa bulan sampai akhirnya saya memutuskan untuk menjalani diet.

Kebetulan sekali saya kuliah di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Karenanya saya tahu, bahwa diet tidak sekedar mengurangi makan, tapi lebih kepada mengatur pola makan yang diiringi dengan istirahat cukup dan olahraga teratur.

Tidak ada yang istimewa sebenarnya dalam program diet saya. Mengatur pola makan, menyusun jadwal olahraga dan berusaha mencukupkan istirahat malam plus minum air putih yang cukup.

Makan saya tetap dua atau tiga kali sehari. Bedanya, sekarang saya hanya makan nasi sekali saja. Sarapan diganti dengan telor rebus dan buah, sedangkan malam juga makan buah atau tidak makan sama sekali. Hanya siang saja saya makan nasi, atau kalau takut malamnya lapar, makan siang biasanya digeser menjadi agak sore.

Sebelum makan saya juga minum secangkir teh hijau. Teh hijau sebelum makan cukup membantu mengurangi absorbsi lemak dan karbohidrat. Selain itu, minum air sebelum makan juga membuat efek kenyang lebih cepat. Dan tidak ketinggalan, untuk pemanisnya  juga saya pilih yang low calorie.

Banyak yang bilang kalau saya sebenarnya menyiksa diri sendiri. Tapi pointnya adalah, saya tidak merasa tersiksa dengannya. Sebenarnya saya dari dulu sudah menyadari kalau memang pola makan yang baik adalah seperti itu, Cuma kalau dulu terlalu ribet saya pikir.

Untuk olahraga, saya memutuskan bergabung dengan sebuah pusat kebugaran, dan sekaligus menyewa seorang Personal Instruktur untuk melatih saya selama sebulan, sekedar agar saya mengenal alat-alat yang akan digunakan, dan sekalian minta disusunkan program yang sesuai. Bagaimanapun, olahraga juga harus ada ilmunya, tidak sekedar asal bergerak.

untuk olahraga saya juga memilih waktu di pagi hari. selain supaya lebih segar, fitness centre juga belum terlalu ramai, jadi bisa terhindar dari berebutan alat, berebut oksigen dan terutama terhindar dari bau keringat yang menusuk. Selain itu, juga menjadi semacam pendorong untuk selalu bangun pagi.

Mahal memang. Meskipun hanya makan nasi sekali sehari bukan berarti budget buat makan berkurang, malah bertambah. Harga buah seperti pisang, apel dan papaya lebih mahal dari nasi sebungkus. Begitu juga untuk fitness. Fee buat instrukturnya saja sebulan itu mencapai 400 ribu sendiri.

Tapi saya pikir, sehat itu memang mahal. Dengan begini saya akan lebih menghargai yang namanya sehat.

Hasilnya? Dua minggu pertama saya lansung turun tiga kilogram. Meskipun setelahnya sempat naik turun, tapi akhirnya dalam sebulan saya berhasil menurunkan 6 kilo. Tanpa harus mengonsumsi suplemen atau susu yang aneh-aneh.

Hasil ini membuat saya termotivasi untuk terus berusaha. Bukan usaha yang ngoyo juga sebenarnya. Buat saya usaha kecil tapi rutin dan sepenuh hati akan lebih memberikan hasil lebih lama dari pada usaha besar tapi terpaksa.

Sampai sekarang sudah sekitar enam minggu, berat badan saya sudah turun total enam kilo dari semula. Memang sempat turun naik, tapi saya pikir wajarlah. pola yang saya jalani sampai hari ini masih tetap sama. Mengatur pola makan sendiri, olahraga teratur dan istirahat cukup. Untuk istirahat sendiri saya berusaha untuk tetap tidur malam minimal 4 jam. Meskipun menurut pakar kesehatan ini sangat kurang, tapi tubuh saya sudah mengatakan cukup. bagaimanapun juga, kita yang paling tahu tentang tubuh sendiri kan?

Jadi, ayo mulai mengawali hari dengan hidup sehat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: