Review Denmark Open Super Series Premier 2013

Turnamen bulutangkis super series premier Yonex Denmark Open yang diselenggarakan tanggal 15 – 20 Oktober 2013 sudah berakhir. Dengan diikuti 16 wakil atau 30 orang di kelima nomor pertandingan, Indonesia tidak mampu membawa pulang satupun gelar, meskipun menempatkan dua wakil di final. Tapi pencapaian ini lebih baik dari tahun sebelumnya yang hanya mampu menyisakan satu wakil di final.

China masih mendominasi dengan merebut empat gelar juara, satu-satunya yang gagal diraih adalah gelar ganda putra karena memang tidak ada pemain China yang menembus semifinal. Di tunggal putra secara mengejutkan Chen Long mengalahkan unggulan utama Lee Chong Wei di final setelah melalui pertandingan panjang selama satu jam lebih 24-22, 21-19. Sama seperti sengitnya Wang Yihan melawan Ji Hyun Sung dari Korea Selatan yang akhirnya dimenangi Wang Yihan dalam 3 game, 16-21, 21-18, 22-20. Di ganda putri, pasangan bari Bao Yixin/ Tang Jinhua memenangi pertandingan melawan pemain tuan rumah unggulan kedua, Christina Pedersen/ Kamila Juhl dengan 21-16, 21-13. Ganda campuran Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir akhirnya juga harus menyerah kalah dari unggulan pertama Nan Zhang/ Yunlei Zhao. Sedangkan unggulan pertama dari Indonesia Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan akhirnya juga harus mengakui keunggulan pasangan baru Lee Yong Dae/ Yoo Yeon Seong dari Korea Selatan.

Secara garis besar penampilan Indonesia di Denmark Open 2013 masih menggambarkan turnamen-turnamen besar sebelumnya, dimana banyak pemain utama Indonesia yang berguguran di babak awal. Bahkan pemain seperti Tommy Sugiarto yang merupakan unggulan ketujuh seharusnya paling tidak lolos sampai babak perempat final, tetapi Tommy hanya mampu sampai babak kedua dan kalah dari pemain non unggulan asal China, Chen Yuekun yang sebelumnya juga menyingkirkan pemain Indonesia lainnya Dionysius Hayom Rumbaka. Sony Dwi Kuncoro yang diharapkan pun akhirnya kalah 2 set lansung, 16-21, 11-21 dari pemain Thailand Tanongsak Saengsomboonsuk di perempatfinal, meskipun secara rekor pertemuan ataupun ranking Sony lebih diunggulkan.

Tunggal Putri lebih buruk lagi, satu-satunya pemain Indonesia yang ikut, Lindaweni Fanetri, lansung kandas di babak pertama melawan Wang Yihan yang akhirnya keluar sebagai juara. Tidak berbeda jauh dengan ganda putri, dimana dua dari tiga wakilnya juga lansung pulang di babak pertama meskipun punya kans menang cukup besar. Unggulan kelima Pia Zebadiah/ Rizky Amelia pun hanya mampu sampai babak kedua setelah dikalahkan ganda non unggulan asal Jepang Reika Kakiiwa/ Miyuki Maeda. Pemain putri Indonesia memang masih perlu pembenahan besar.

Ganda putra Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan dan ganda campuran Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir sesuai prediksi memang mampu mencapai final meskipun gagal memenuhi target juara. Tetapi selain mereka, semuanya bernasib sama dengan pemain Indonesia lainnya, kalah di babak pertama dan kedua, meskipun seharusnya mampu paling tidak mencapai perempatfinal dan bahkan final. Ganda campuran Rijal/ Debby yang diunggulkan di tempat keenam lansung kalah di babak pertama, sama seperti juara Indonesia Open GP Gold 2013, Praveen Jordan/ Vita Marissa ataupun Riky Widianto/ Puspita Richi Dilli yang juga gagal. Unggulan ketujuh Markis Kido/ Pia Zebadiah sedikit lebih baik dengan sampai ke babak kedua.

Ganda putra secara ranking memang tidak sebaik ganda campuran, tapi Angga Pratama/ Ryan Agung Saputra tidak seharusnya kalah di babak pertama meskipun melawan unggulan ketujuh dari Korea Selatan, mengingat pengalaman mereka di lapangan. Sedangkan ganda lainnya Gideon Markus Fernaldi/ Markis Kido tidak beruntung karena di babak kedua harus melakoni perang saudara dengan Ahsan/ Hendra.

Meskipun pencapaian lebih baik dari tahun kemarin, tapi tetap saja Indonesia gagal memenuhi target membawa pulang gelar dari Denmark. Selain itu, meskipun tahun 2012 hanya ada satu wakil Indonesia di final, tapi ada tujuh yang bisa menjejak perempatfinal, dan ini jauh lebih baik dari tahun ini (2013) yang hanya mampu menempatkan tiga.

Setelah ini rombongan Indonesia akan meneruskan perjalanan ke French Open Super Series, dengan skuad yang tidak jauh berbeda, bahkan lebih banyak, semoga bisa membawa pulang raihan lebih baik dan mengembalikan Indonesia sebagai penguasa bulutangkis dunia.

#AyoIndonesiaBisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: