Catatan Pertama Mengenal Mandiri E-Cash

Pertama kali membuat akun/ rekening Mandiri e-cash lagi-lagi buah keisengan saya, yaitu iseng ikut kuis di twitter. Sejujurnya saat Bank Mandiri menghubungi saya sekitar 10 hari yang lalu, tepatnya 22 Oktober 2013, saya sama sekali sudah tidak ingat kalau saya pernah ikutan kuis yang menurut mereka namanya “Kuis Tebak Nama Mandiri E-Cash”. Tapi akhirnya setelah saya ingat-ingat lagi beberapa waktu sebelumnya saya pernah membaca info kuis di akun twitter @mandirifiesta dan mengikutinya karena sangat gampang, namun tetap saja saya tidak berhasil mengingat tentang apakah kuis itu, atau karena namanya Kuis Tebak Nama, nama siapa yang saya tebak saya sudah tidak ingat lagi.

Jadi Bank Mandiri menyampaikan berita saya menang kuis tersebut, lalu meminta saya mengirimkan scan KTP/ID. Meskipun saya tidak ingat, saya tidak menganggap ini penipuan karena yang menghubungi saya via sms adalah “Bank Mandiri”, bukan nomor handphone biasa seperti layaknya penipuan, kemudian yang menghubungi saya via telepon juga menggunakan nomor Customer Service Bank Mandiri, 021-30028000. Begitupun alamat e-mail tujuan saya mengirimkan scan KTP, juga bukan alamat email asal-asalan seperti biasanya penipu.

Saya tidak usah menjelaskan detail apa yang terjadi antara saya dengan penyelenggara, pendeknya pihak Mandiri E-Cash kemudian meminta saya membuat akun e-cash karena hadiahnya berupa e-cash juga. Saya juga diberi penjelasan dan link bantuan yang menunjukkan bahwa membuat e-cash tidak rumit, karena bisa menggunakan aplikasi di smartphone ataupun lewat basicphone (mereka menyebutnya begitu :p). Akhirnya saya membuat akun/rekening e-cash melalui aplikasi di smartphone android saya. Cepet sih, ga nyampe 5 menit juga selesai. Saya juga lansung melakukan upgrade layanan melalui Internet Banking Mandiri.

Uang hadiahnya masuk 29 Oktober 2013 pukul 18.00. Konfirmasi awalnya saya peroleh dari layanan sms banking 3355, dan saat saya cek ternyata memang sudah masuk uang sejumlah yang disebutkan sebelumnya.

Tanggal 30 saya lansung ke Bank Mandiri KCP Gedung Magister Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Di sana saya diterima oleh customer service (CS) yang cantik dan sangat membantu. Saya meminta beberapa penjelasan tentang Mandiri E-Cash, termasuk cara memanfaatkan layanannya terutama untuk tarik tunai. Karena kalau untuk pembelian pulsa, belanja di merchant ataupun pemesanan tiket saya rasa tidak terlalu berbeda dengan mandiri mobile, dan saya sudah memanfaatkan layanan mandiri mobile selama bertahun-tahun.

CS di Mandiri FEB UGM sangat membantu, tetapi sayangnya di bank tersebut ATM-nya belum mendukung layanan tarik tunai Mandiri E-Cash. Menurut dia, ATM yang sudah bisa untuk tarik tunai adalah keluaran Wincort (maaf kalau salah pengejaan), sedangkan yang di FEB seperti juga kebanyakan mesin ATM Mandiri lainnya adalah produk Debolt. Tempat-tempat yang sudah ada adalah di KCP UGM Sekip, ATM Centre Ambarrukmo Plaza dan tentu saja Mandiri Kantor Cabang (KC) Yogyakarta.

Saya lalu mendatangi KCP UGM Sekip, sekaligus mengambil token internet banking, kebetulan di FEB habis. Saya mengambil token lagi setelah sekian lama tidak memanfaatkan mandiri clickpay juga supaya lebih gampang mengisi ulang Mandiri E-Cash. Setelah token saya terima, saya juga menanyakan lagi tentang Mandiri E-Cash, tapi CS-nya seperti orang yang tidak tahu tapi sok tahu.

Contohnya, saat saya bertanya apakah semua ATM bisa dilakukan tarik tunai (tujuannya benar-benar ingin bertanya, bukan menguji mbaknya), dia menjawab bisa, padahal CS di FEB UGM bilang hanya yang keluaran WIncort yang bisa. Begitu juga saat saya bertanya apakah ada jeda waktu antara kita menerima One Time Password (OTP) dengan waktu transaksi (kalau ini memang menguji), mbaknya bilang tidak ada, selama kita sudah punya OTP kapanpun bisa dilakukan, padahal OTP hanya berlaku 15 menit.

Nah saat saya mau melakukan tarik tunai, saya tidak bisa melakukannya, karena setelah memilih nominal penarikan, aplikasi di android saya lansung menutup dengan keterangan “Ada gangguan tak terduga, bla…bla..bla..”. Selalu seperti itu. Sedangkan saat saya mencoba melakukan transfer ataupun pembelian pulsa, di bagian form isian PIN dan OTP, hanya ada form PIN saja sehingga transaksi juga tidak dapat dilanjutkan.

Penarikan Tunai

*Halaman terakhir yang bisa saya akses, bila memilih salah satu pilihannya maka aplikasi menutup sendiri dengan notifikasi, “Ada kesalahan tidak terduga”

PIN dan OTP

*Diminta memasukkan PIN dan OTP, tapi hanya ada tempat isian PIN, untuk OTP-nya sepertinya ‘terhimpit’ dan tidak bisa digeser. Bila hanya mengisi PIN lalu memilih opsi lanjut, muncul notifikasi bahwa kedua PIN dan OTP harus diisi.

Saya lalu mencoba mengakses *141*6# lalu memilih nomor 6 yaitu e-cash, pilihan yang ada disana hanya sebagai berikut

1. Info.

2. Transfer.

3 admin.

Tidak ada pilihan-pilihan seperti tarik tunai, belanja, beli/bayar dan lain-lainnya. Ketika saya confirm ke CS yang sama, beliau tidak bisa memberikan penjelasan sama sekali.

Tampilan yang muncul saat saya mengakses *141*6# lanjut e-cash

*141*6*6#

Padahal seharusnya ada banyak pilihan seperti ini (diakses dari handphone lain)

*141*6*ecash

Karena tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, saya lalu pindah lagi ke Bank Mandiri KC Yogyakarta. Di sini CS-nya cukup ramah dan membantu, hanya saja dia memang tidak bisa juga memberikan penjelasan tentang masalah saya.

Saya sempat menduga handphone saya yang bermasalah atau tidak compatible dengan aplikasi mandiri e-cashnya. FYI, saya menggunakan Samsung Galaxy Pocket dengan OS masih android gingerbread. Tapi saya juga menggunakan aplikasi Mandiri Mobile, yang sama-sama keluaran Bank Mandiri, dan sudah setahun lebih sama sekali tidak ada gangguan.

Akhirnya saya menyerah, setelah CS di KC Yogyakarta tidak bisa membantu banyak, dan hanya membuatkan laporan saja. Saya lalu pulang.

Malamnya saya kepikiran untuk membuat satu lagi akun e-cash, tapi kali ini tidak lewat aplikasi handphone tapi lansung mengakses **141*6#. Ide ini timbul karena seperti yang tadi saya bilang di atas, saat saya mengakses *141*6# menggunakan smartphone yang sudah diinstal aplikasi Mandiri e-cash, hanya ada fasilitas transfer. Jadi kalau saya bisa mendaftarkan satu lagi akun e-cash, dan baik-baik saja, maka saya akan transfer uang di akun e-cash yang pertama, lalu melakukan penarikan tunai melalui akun kedua. Dan kalau tidak bisa juga, toh saya tidak akan dirugikan apa-apa.

Agak ribet memang, tapi lumayanlah akhirnya berhasil juga dan kali ini tanpa gangguan. Saya lalu melakukan transfer dari rekening pertama kea kun kedua dan akhirnya bisa melakukan penarikan, meskipun tidak seluruhnya. Karena sekali penarikan maksimal hanya bisa 500.000, dan setiap kali penarikan dikenai biaya 3000.

Saya juga sudah melaporkan masalah saya ke akun twitter @mandiricare ataupun lewat email ke CS mandiriecash. Mereka dan juga CS di KC Yogyakarta mengakui kalai layanan ini memang masih baru dan masih butuh banyak penyempurnaan.

Catatan saya, pertama, saya tidak menyalahkan Bank Mandiri mengenai gangguan yang saya alami di akun e-cash saya yang pertama, kecuali nanti saya menemui ada orang lain dengan kasus yang sama. Karena bisa jadi masalahnya ternyata di handphone saya. Apalagi kenyataannya saya tidak menemui kendala sama sekali saat membuat akun kedua, meskipun agak berbeda ya karena yang pertama menggunakan aplikasi smartphone, sedangkan yang kedua melalui akses *141*6#. Tapi jangan lupa kalau di akun pertama, saya juga menemui kendala saat mengakses *141*6#.

Kedua, saya merasa agak terganggu dengan kebijakan maksimal sekali penarikan adalah 500.000, meskipun tidak ada batas penarikan setiap harinya, yang penting dalam sebulan maksimal 20.000.000. Apalagi setiap kali penarikan dikenai biaya 3000. Bayangkan kalau misalnya saya mengirim uang ke orang tua di kampung dan mereka tidak memiliki rekening bank sehingga harus melalui mandiri e-cash. Sangat membantu memang, tetapi mereka harus bolak balik meminta OTP sampai 10 kali, dan untuk penarikan sampai 10 kali itu mereka harus dikenai biaya 30.000 sendiri. Gede banget kan?

Ketiga, bisa tidak ya nantinya uang di rekening Mandiri E-Cash dicairkan lewat teller di Bank Mandiri, misalnya dengan membawa handphone yang nomornya digunakan. Jadi seperti halnya kita mencairkan uang di bank dengan membawa buku tabungan. Bagaimana kalau misalnya di tempat tersebut tidak ada ATM yang support untuk layanan tarik tunai e-cash padahal butuh cepat? Atau kalau-kalau misalnya handphone kita hilang.

Yah, berharap kedepannya Mandiri akan terus melalukan pengembangan dan perbaikan, sehingga dapat terus memberikan pelayanan terbaik buat nasabah dan bangsa Indonesia, seperti tagline mereka, “Terdepan, Terpercaya, Tumbuh Bersama Anda”.

[UPDATE] 4 November 2013, 2.25 p.m

Beberapa menit yang lalu saya mendapat email dari pihak Mandiri E-Cash terkait keluhan saya di atas, menurut mereka aplikasi Mandiri E-Cash memang paling optimal untuk OS Android minimal Ice Cream Sandwich. sedangkan untuk Mandiri E-Cash melalui *141*6#, menu lengkapnya baru tersedia untuk provider Telkomsel dan Indosat.

Mandiri E-Cash confirmation

Jadi dengan ini masalahnya saya anggap selesai, karena memang masalahnya ada di layanan yang belum mendukung. Mungkin ini semacam ‘pemaksaan’ (in a good way) supaya saya segera meng-upgrade OS yang saya gunakan, sudah lama berniat sebenarnya tapi ga jadi-jadi terus. Untuk yang *141*6#, yang pertama saya daftarkan memang nomor menggunakan provider XL, sedangkan yang kedua saya pakai Telkomsel, jadi itu juga sudah terjawab.

6 comments

  1. Bahar

    Bagaimana langkah2/tahapan cara mengambil uang E-Cash dari ATM ?

    • alfathirahmat

      1. dapatkan One Time Password (OTP) di handphone terlebih dahulu.. Caranya bisa dengan mengakses *141*6# >> Mandiri E-Cash >> Tarik Tunai ATM dan ikuti langkah yang tertera sampai user menerima OTP melalui sms.. Kalau menggunakan aplikasi berarti lansung ke pilihan Tarik Tunai ATM dan ikuti langkahnya..

      2. Setelah mendapatkan OTP, lansung ke mesin ATM yg berlogo WINCORT, karena hanya mesin jenis ini yang bisa, tekan tombol “enter’ yang berwarna hijau lalu pilih menu Mandiri E-Cash dan ikuti petunjuk yang tertera di mesin.. (hampir sama seperti mengambil uang biasa, hanya saja tanpa kartu ATM)

  2. novita

    terimakasih atas reviewnya, perkenalkan saya novita, calon pegawai bank mandiri.
    Saat ini saya sedang mengerjakan tugas membuat proyek pengembangan produk mandiri E-cash.
    Mohon bantuannya untuk mengisi kuisioner berikut :
    https://docs.google.com/forms/d/1xiAI0Qe4hu7ARnJ-E4kAwsgmAUBE-mKCLXTWrCSlu7o/viewform

    terima kasih

  3. ella

    Pak, saya iseng2 baca malah bingung sama bedanya variasi layanan mandiri… Ada e-money, e-banking, e-cash.. Istilah2 itu lah..sama yg sdh lbh dulu anda pakai itu, mobile banking..
    Bsa review singkatnya Pak?
    Kemudian kl harus buat satu, man yg lbh penting/lbh banyak keuntungannya?
    Dn apakah dgn mendaftar itu, ada BIAYA2x registrasi dan potongan bulanannya?
    Terima kasih

    • alfathirahmat

      Terima kasih atas pertanyaannya, saya membantu jawab sebatas yang saya tahu sebagai konsumen saja, kalau ingin yang lebih lengkap silakan temui CS Mandiri ya😀

      Pada dasarnya semua untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan…

      Mobile banking dan ebanking itu layanan yang terhubung dengan rekening mandiri kita masing-masing, mobile banking itu pengembangan dari sms banking, bedanya kita menggunakan aplikasi di android atau app store misalnya. Sementara, ebanking itu layanan perbankan dengan menggunakan internet.. Sehingga kita tidak harus ke bank atau ATM bila ingin melakukan transaksi non tunai seperti transfer atau pengecekan saldo, pembelian pulsa dan lain-lain..
      Saya rutin menggunakan keduanya, dan hampir tidak pernah mengalami masalah ataupun kesulitan dengannya…

      Kalau emoney, seperti namanya adalah uang elektronik, digunakan untuk transaksi di mesin-mesin EDC, misalnya berbelanja di minimarket/supermarket, toko buku, bayar tol, trans Jakarta/Trans Jogja, sehingga tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah banyak. Menurut saya ini penyederhanaan dari kartu debit.
      Saya juga masih menggunakan emoney, terutama untuk layanan transportasi, atau di beberapa merchant yang menawarkan diskon khusus bila menggunakan emoney..

      E-cash itu lebih seperti rekening sendiri, dengan nomor handphone menjadi nomor rekening masing-masing. Saya sendiri tidak melanjutkan menggunakan mandiri e-cash sehingga kurang tau pengembangannya sekarang seperti apa. Terakhir layanan yang saya tahu masih sebatas transfer dana ke sesama rekening ecash (tidak bisa ke rekening bank), tarik tunai dan berbelanja di beberapa merchant. Tetapi di luar negeri, terutama negara maju, penggunaan rekening handphone sebagai alat pembayaran sudah sangat umum.

      Kalau sudah punya rekening mandiri, untuk ebanking dan mobile banking tinggal daftar saja. Saya merekomendasikan keduanya.

      Emoney juga tinggal datang ke bank untuk membeli kartunya, atau ke beberapa toko seperti indomaret atau alfamart yang juga bekerja sama dengan Bank Mandiri. Tidak harus punya rekening mandiri untuk ini.

      Keuntungan yang ditawarkan setiap produk ya berbeda dengan yang lainnya, karena tujuan penggunaan yang juga berbeda. Dan setau saya sejauh ini tidak ada biaya tambahan yang dikenakan untuk semua layanan tersebut.

  4. adjie

    thx bgt…stlh btanya-tanya ke @mandiricare ttp ga ngerti jg…stlh bc tulisan ini jd ngehh.

    myn ngebantu sih pake mandiri ecash buat blanja online…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: