Review Hongkong Open Super Series 2013

Untuk mengetahui para juara lansung ke bagian akhir tulisan

Hongkong Open juga merupakan salah satu dari dua belas turnamen superseries yang diselenggarakan Badminton World Federation (BWF), dan sesuai namanya turnamen ini diselenggarakan di Hongkong. Sebagai turnamen kasta tertinggi untuk nomor perseorangan, maka tentu saja yang turun di Hongkong Open adalah pemain-pemain terbaik dengan ranking teratas.

Indonesia sendiri menurunkan 15 wakil di kelima cabang yang dipertandingkan dengan rincian sebagai berikut

Tunggal putra                       : Tommy Sugiarto, Sony Dwi Kuncowo

Tunggal Putri                        : Aprilia Yuswandari, Bellaetrix Manuputty

Ganda Putra                         : Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan, Yonathan Suryatama Dasuki/ Hendra Aprida Gunawan, Berry Anggriawan/ Ricky Karanda Suwardi, Gideon Markus Fernaldi/ Markis Kido

Ganda Putri                          : Pia Zebadiah Bernadeth/ Rizky Amelia Pradipta, Aprilsasi Putri Lejarsar Variella/ Vita Marissa, Anggia Shitta Awanda/ Della Destiara Haris

Ganda Campuran               : Markis Kido/ Pia Zebadiah Bernadeth, Praveen Jordan/ Vita Marissa, Gideon Markus Fernaldi/ Rizky Amelia Pradipta, Edi Subaktiar/ Gloria Emanuelle Widjaja

Lalu masih ada juga Alvent Yulianto Chandra yang bermain di ganda campuran tetapi berpasangan dengan pemain Jepang Shintaro Ikeda. Sedangkan ganda campuran utama Indonesia Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir membatalkan keikutsertaan karena memilih fokus untuk BWF Superseries Final, begitu juga dengan Angga Pratama/ Ryan Agung Saputra yang mengundurkan diri untuk persiapan tim SEA Games XXVII di Myanmar.

Pertandingan babak pertama cukup baik bagi Indonesia, dari 15 wakil yang tampil 11 diantaranya lolos ke babak kedua. Hanya Bellaetrix Manuputty, Yonathan/ Hendra, Gideon/ Rizky dan Edi/ Gloria yang lansung kandas di babak pertama. Bella masih belum mampu merubah peruntungannya saat menghadapi Saina Nehwal dan lansung kalah dalam dua game, begitu juga dengan Yonathan/ Hendra yang tidak beruntung harus lansung berhadapan dengan pasangan baru juara Denmark Open Super Series Premier dan China Open Super Series Premier, Lee Yong Dae/ Yoo Yeon Seong, yang masih menunjukkan superior mereka. Yonathan/ Hendra kalah juga dalam dua set lansung 21-17, 21-15 dan hanya dalam waktu 33 menit.

Gideon/ Rizky sempat memberikan perlawanan sengit menghadapi pasangan Malaysia dan memaksakan bermain rubber game meskipun akhirnya kalah, sedangkan pasangan muda Indonesia Edi/ Gloria meskipun harus kalah dua game lansung tapi juga memberikan perlawanan yang cukup kuat sampai harus berakhir dengan skor 21-18, 27-25, nyesek emang.

Yang cukup mengejutkan dan menggembirakan adalah keberhasilan pasangan muda Indonesia lainnya, Berry/ Ricky yang berhasil memulangkan unggulan kedua Hiroyuki Endo/ Kenichi Hayakawa dari Jepang melalui rubber game, 15-21, 21-18, 21-17 dalam waktu 56 menit. Ricky/ Berry sendiri memang sudah terlihat kekuatannya di beberapa turnamen sebelumnya, dibuktikan dengan keberhasilan mencapai semifinal dan final beberapa turnamen Grand Prix dan Grand Prix Gold.

Unggulan yang lansung pulang di hari pertama ini adalah dua pasangan dari Thailand yaitu ganda campuran Sudket Prapakamol/ Saralee Thoungthongkam dan ganda puteri Duanganong Aroonkesorn/ Kunchala Voravichitchaikul dari lawannya masing-masing, lalu Du Pengyu yang secara mengejutkan juga kalah dari Rajiv Oushep dari England. Babak pertama Hongkong Open juga diwarnai dengan mundurnya pemain-pemain China seperti Chen Long, Xu Chen/ Ma Jin, dan Ma Jin/ Zhong Qianxin.

Pemain Indonesia masih menunjukkan penampilan apiknya di babak kedua. Delapan diantaranya berhasil mengalahkan lawan-lawannya untuk mencapai perempat final. Aprilia Yuswandari menyudahi harapan Indonesia di tunggal putri setelah kalah dari unggulan empat dari China Wang Yihan meskipun berhasil memberikan perlawanan dalam tiga babak selama 65 menit. Pia/ Rizki juga belum bisa memberikan penampilan terbaiknya dan berhasil dikalahkan pasangan muda China Ou Dongni/ Tang Yuanting 21-19, 21-10 dalam waktu 30 menit saja. Sedangkan Berry/ Ricky tidak mampu melanjutkan perjuangannya setelah dikalahkan pasangan England Chris Adcock/ Andrew Ellis.

Saina Nehwal yang dihari sebelumnya mengalahkan Bellaetrix akhirnya dikalahkan pemain Thailand Porntip Buranaprasertsuk 21-17, 9-21, 21-15. Dan Lee Yong Dae/ Yoo Yeon Seong juga masih melanjutkan penampilan impresivenya dengan menundukkan unggulan ketiga China Liu Xiaolong/ Qiu Zihan.

Di perempatfinal akhirnya pemain Indonesia mulai berguguran. Dimulai dari kalahnya Anggia/ Della dari unggulan kedua Denmark Christina Pedersen/ Kamilla Rytter Juhl dan disusul April/ Vita Marissa yang juga kalah dari unggulan ketiga Jepang, Misaki Matsutomo/ Ayaka Takahashi. Indonesia sempat bangkit dengan berhasilnya Ahsan/ Hendra menundukkan pemain Rusia Vladimir Ivanov/ Ivan Sozonov. Tetapi tiga pemain berikutnya Markis Kido/ Pia Zebadiah, Praveen Jordan/ Vita Marissa dan Gideon/ Markus gagal menghadapi lawan masing-masing membuat wakil Indonesia di ganda putri dan campuran juga habis. Di akhir hari Sony Dwi Kuncoro memperpanjang rekor kemenangannya menjadi 7-0 dengan menundukkan lagi Kenichi Tago dari Jepang. Di semifinal Sony akan menghadapi rekan senegaranya Tommy Sugiarto yang sudah lebih dahulu menang sehingga memastikan satu tempat untuk Indonesia di final.

Beberapa unggulan lainnya terutama pemain China juga bertumbangan di perempat final ini. Dimulai dari kalahnya unggulan pertama Li Xuerui dari pemain Thailand Porntip Buranaprasertsuk dan unggulan pertama ganda putri Wang Xiaoli/ Yu Yang dari kompatriotnya Bao Yixin/ Tang Jinhua. Setelahnya Wang Zhengming juga kalah dari Tommy Sugiarto dan Chai Biao/ Hong Wei kalah dari pasangan Korea Kim Ki Jung/ Kim Sa Rang. Di lain pihak Lee Chong Wei masih tak terkalahkan dan menang mudah dari Jan O Jorgensen 21-8, 21-17.

Semifinal ditandai dengan kalahnya unggulan pertama dan juara bertahan ganda campuran, Zhang Nan/ Zhao Yunlei dari pasangan non unggulan Inggris Chris Adcock/ Gabrielle White dalam waktu 38 menit. Pasangan ini merupakan satu-satunya pemain China di semifinal yang gagal ke final, karena kelima wakil lainnya menang atas lawan masing-masing meskipun harus dengan susah payah, diantaranya Wang Yihan yang membutuhkan 62 menit untuk membalaskan dendam Li Xuerui atas Porntip Buranaprasertsuk.

Pemain Indonesia sendiri harus saling bunuh di semifinal ini, yaitu unggulan kelima Tommy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncoro. Pertandingan ini sendiri tidak bisa diselesaikan Tommy karena dia harus mundur di game kedua karena cedera, saat Sony sudah memimpin 21-14, 8-3. Sony berhak melaju ke final untuk menantang Lee Chong Wei.

Satu lagi wakil Indonesia di final, Ahsan/ Hendra ternyata masih belum bisa memperbaiki nasibnya saat berhadapan dengan Lee Yong Dae/ Yoo Yeon Seong. Kalah 20-22, 20-22 menjadi yang ketiga kali secara berturut-turut, dengan kata lain Ahsan/ Hendra belum pernah menang atas lawannya yang baru mulai berpasangan sejak Oktober 2013 lalu itu.

di final, Sony Dwi Kuncoro sama sekali tidak bisa mengimbangi permainan Lee Chong Wei dan harus menyerah 13-21, 9-21 dalam waktu 34 menit. Pasangan ganda campuran England yang juga merupakan pasangan suami istri Chris Adcock/ Gabrielle White akhirnya merebut gelar Super Series pertama mereka dengan mengalahkan pemain China Liu Cheng/ Bao Yixin 21-14, 24-22.

Tiga pertandingan final lainnya adalah pertandingan sesama rekan senegara. Di tunggal putri Wang bersaudara saling menyerang dan bertahan untuk memperebutkan gelar Hongkong Super Series ini. Wang Yihanlah yang akhirnya lebih unggul setelah pertandingan panjang 1 jam 16 menit, dan ini merupakan gelar Hongkong Open Wang Yihan yang tertunda karena tahun 2012 dia dikalahkan Li Xuerui di final. Di ganda putri Bao Yixin/ Tang Jinhua juga menang atas kompatriotnya Ou Dongni/ Tang Yuanting dalam waktu 62 menit dan rubber game.

Lee Yong Dae/ Yoo Yeon Seong juga meneruskan penampilan impresifnya dengan mengalahkan rekan senegara mereka Kim Ki Jung/ Kim Sa Rang 12-21, 21-15, 21-18 dan untuk merengkuh tropi Super Series ketiga mereka dalam dua bulan, setelah sebelumnya di Denmark Open Superseries Premier dan China Open Superseries Premier mereka juga menang.

Berikut daftar lengkap juaranya

Tunggal Putra                    : Lee Chong Wei (Malaysia)

Tunggal Putri                      : Wang Yihan (China)

Ganda Putra                       : Lee Yong Dae/ Yoo Yeon Seong (Korea Selatan)

Ganda Putri                        : Bao Yixin/ Tang Jinhua (China)

Ganda Campuran             : Chris Adcock/ Gabrielle White (England)

 

Indonesia sendiri lagi-lagi gagal membawa pulang gelar dari Hongkong, tetapi secara umum hasil tahun ini lebih baik dari tahun kemarin (2012). Tahun lalu tidak ada pemain Indonesia di final, dan hanya Tommy Sugiarto saja yang bisa menyentuh semifinal, sedangkan tahun ini ada Sony Dwi Kuncoro yang sampai ke final dan dua wakil lainnya berhasil sampai di semifinal sebelum dikalahkan lawan masing-masing. Begitu juga pencapaian di perempat final, 8 wakil tahun ini jelas lebih baik dari hanya 5 yang lolos tahun sebelumnya. Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi.

 

#AyoIndonesiaBisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: