Selamat Jalan Nelson Mandela

Hari ini, 5 Desember 2013, dunia kehilangan salah satu sosok paling besar dalam sejarah. Rolihlahla Dalibhunga Mandela atau yang lebih dikenal dengan sebutan Nelson Mandela meninggal dalam usia 95 tahun setelah lama bergelut dengan infeksi paru-paru yang menderanya. Awalnya saya sendiri sempat tidak mempercayainya, karena memang sudah cukup sering beredar info tentang kematian beliau yang ternyata bohong, tetapi akhirnya saya melihat sendiri video press conference dari Presiden South Africa, Jacob Zuma, yang mengonfirmasi kematiannya. Sebuah kehilangan besar.

Saya tidak akan menulis tentang riwayat hidup ataupun quotes dari Nelson Mandela, karena ada begitu banyak blog ataupun situs lain yang sudah memuatnya. Saya hanya ingin dunia tahu bahwa Mandela adalah salah satu sosok paling saya kagumi, perjuangan, semangat, kesederhanaan, dan juga komitmennya.

Salah satu quote-nya yang paling terkenal, yang menunjukkan komitmennya dalam perjuangan adalah ,”Real leaders must be ready to sacrifice all for the freedom of their people.” Semua tentu sudah tahu kalau Mandela pernah dipenjara selama berpuluh-puluh tahun karena perjuangannya melawan diskriminasi warna kulit. Dan Mandela juga ditawari enam kali pembebasan bersayarat oleh pemerintah apartheid, namun semuanya dia tolak karena menurutnya tidak ada artinya kebebasan buat dia kalau ternyata African National Conggress (ANC), partai yang dipimpinnya masih dianggap sebagai partai ilegal, selama kebebasan belum dimiliki pada rakyat.

Saya secara pribadi menyoroti quote ini karena di Indonesia hal ini masih cukup langka sehingga dibutuhkan oleh para pemimpin-pemimpin Indonesia saat ini. Jangankan pemimpin-pemimpin wilayah administratif kecil seperti lurah atau RT, bahkan sekelas presiden dan wakil rakyat di parlemen pun banyak yang tidak mampu meneladani jejak Mandela di bidang ini. Saya sendiri selalu bergumam kesal setiap kali Presiden mengeluh di depan rakyatnya, atau saat Ibu Negara yang mengatakan rakyatnya sendiri bodoh karena mengritik keluarganya. Apalagi bila kita berbicara lebih jauh tentang para pejabat yang berusaha memanfaatkan setiap kesempatan (yang diberikan oleh syetan) untuk memperkaya diri, keluarga dan kelompoknya. Tidakkah mereka malu dengan sosok-sosok seperti Mandela?

Hari ini kita kehilangan sosok yang entah berapa puluh atau ratus tahun lagi akan ada. Sosok yang dicintai pengikutnya dan dikagumi oleh lawan-lawannya. Meskipun mungkin tidak ada yang benar-benar bisa memusuhi beliau karena pada akhirnya semua mengagumi semangatnya, kecuali mungkin George W Bush ya :p

Ajaran agama saya (Islam) melarang mendo’akan orang yang meninggal bukan dalam keadaan muslim, Allah dan Rasul-Nya melarang itu. Tetapi kalau saya boleh meminta, saya berharap Mandela diberikan tempat terbaik, terbaik dari yang bisa beliau dapatkan.

Terima kasih Mandela, Terima Kasih Madiba, Terima Kasih atas semua yang sudah enkau ajarkan kepada kami, bagaimana untuk membenci, bagaimana untuk mencintai, bagaimana membenci untuk mencintai. Dan drimu kami belajar bagaimana cara memaafkan, maaf yang sebenar-benarnya memaafkan.

Selamat Jalan Mandela

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: